Pengertian Surge Protector

Pengertian Surge Protector (Pelindung Lonjakan Listrik) dan Cara Kerja Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Surge Protector (Pelindung Lonjakan Listrik) dan Cara Kerja Lengkap. Dalam dunia yang semakin tergantung pada teknologi, perlindungan terhadap perangkat elektronik menjadi sangat penting.

Lonjakan listrik yang tak terduga dapat merusak peralatan elektronik berharga Kalian, seperti komputer, televisi, peralatan audio, dan perangkat lainnya. Untuk melindungi peralatan elektronik Kalian dari risiko ini, penggunaan surge protector atau pelindung lonjakan listrik sangat dianjurkan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci pengertian surge protector (pelindung lonjakan listrik) dan cara kerjanya.

Kami akan menjelaskan mengapa surge protector penting, bagaimana ia berfungsi, serta memberikan tips dalam memilih surge protector yang tepat untuk kebutuhan Kalian.

Pengertian Surge Protector (Pelindung Lonjakan Listrik)

Surge Protector, yang juga dikenal sebagai Pelindung Lonjakan Listrik, adalah sebuah perangkat atau rangkaian listrik yang bertujuan untuk melindungi perangkat-perangkat elektronik dari lonjakan tiba-tiba dalam daya listrik, yang sering disebut sebagai “Power Surge”. Lonjakan daya, atau Power Surge, merujuk pada peningkatan tegangan di atas batas yang ditentukan dalam aliran listrik.

Power Surge bukanlah kejadian yang berlangsung secara permanen, biasanya terjadi dalam waktu singkat, tetapi bisa menyebabkan kerusakan pada perangkat elektronik jika tidak ada langkah pencegahan atau penggunaan pelindung.

Lonjakan daya dapat menghasilkan panas pada kabel dan komponen elektronik, mirip dengan pemanasan filamen pada bola lampu yang akhirnya dapat menyebabkannya terbakar. Walaupun lonjakan daya listrik tidak langsung merusak perangkat elektronik saat terjadi, dampaknya dapat memberi beban pada komponen internal perangkat elektronik dan mengakibatkan kerusakan lebih cepat daripada yang diharapkan.

Penyebab Lonjakan Daya Listrik atau Power Surge

Salah satu penyebab Lonjakan Daya Listrik atau Power Surge yang paling terkenal adalah petir, meskipun kejadiannya sangat jarang. Namun, penyebab yang lebih umum terjadi pada pengoperasian perangkat berdaya tinggi seperti AC, lift, dan lemari es.

Perangkat-perangkat ini dilengkapi dengan kompresor dan motor yang membutuhkan banyak energi saat dihidupkan dan dimatikan. Ketika terjadi peralihan dari posisi mati ke hidup, perangkat-perangkat tersebut membutuhkan permintaan daya yang tiba-tiba dan singkat, mengganggu kelancaran aliran tegangan listrik.

Lonjakan daya listrik juga sering terjadi dalam sistem kelistrikan gedung dan dapat terjadi secara seketika jika tidak dilindungi, atau dapat menyebabkan kerusakan secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Salah satu sumber lonjakan daya listrik yang paling umum adalah kabel yang rusak, masalah pada peralatan perusahaan listrik, dan putusnya kabel listrik.

Dalam sistem trafo dan saluran yang kompleks yang membawa listrik ke rumah kita, terdapat banyak kemungkinan titik di mana kesalahan dapat terjadi, yang mengakibatkan aliran daya yang tidak merata dan menyebabkan lonjakan daya.

Cara Kerja Surge Protector dan Komponen Utamanya

Surge protector adalah alat yang digunakan untuk melindungi perangkat elektronik dari lonjakan tegangan, yang juga dikenal sebagai power surge.

Lonjakan ini bisa diakibatkan oleh berbagai sebab, seperti petir, perubahan besar dalam permintaan listrik, atau gangguan pada jaringan listrik.

Setelah memahami Pengertian Surge Protector, nah selanjutnya adalah komponen-komponen utama dari surge protector dan bagaimana mereka bekerja:

1. Metal Oxide Varistor (MOV)

MOV adalah komponen utama dalam sebuah surge protector. MOV adalah semikonduktor yang memiliki sifat untuk menghantarkan listrik dalam kondisi tertentu.

Jika tegangan listrik berada dalam tingkat normal, MOV tidak akan melakukan apa-apa; artinya, ia akan menghambat arus listrik yang melaluinya. Namun, ketika terjadi power surge atau lonjakan tegangan, MOV akan mulai bekerja.

Ia akan menghantarkan arus listrik yang berlebihan ke grounding atau tanah, sehingga melindungi perangkat elektronik yang terhubung kepadanya.

Dalam proses ini, MOV hanya akan menyerap daya yang di atas tingkat normal, memastikan bahwa perangkat elektronik seperti komputer atau televisi yang terhubung ke surge protector akan tetap beroperasi seolah-olah tidak ada lonjakan tegangan.

Baca Juga :  Cara Menghemat Token Listrik Daya 1300 : Tips Lengkap

2. Indikator LED atau Buzzer

Beberapa surge protector dilengkapi dengan indikator LED atau buzzer. Indikator ini bertujuan untuk memberi tahu pengguna apakah surge protector bekerja dengan baik atau telah mengalami kerusakan.

Jika MOV mengalami kerusakan atau terbakar karena terlalu sering mengalami power surge, indikator ini akan memberi tahu pengguna bahwa perlindungan terhadap lonjakan tegangan telah hilang.

3. Sekering atau Fuse

Beberapa surge protector juga dilengkapi dengan sekering atau fuse sebagai lapisan perlindungan tambahan. Sekering ini dirancang untuk menangani tegangan hingga level tertentu.

Jika tegangan melebihi level ini, sekering akan meleleh dan putus, sehingga menghentikan aliran listrik ke perangkat yang terhubung.

Jadi, jika MOV rusak dan listrik masih terhubung, sekering akan meleleh dan memberikan perlindungan tambahan agar perangkat yang terhubung tidak rusak.

Secara umum, surge protector adalah alat yang penting untuk melindungi perangkat elektronik Kalian dari kerusakan yang bisa diakibatkan oleh lonjakan tegangan.

Dengan mengerti cara kerjanya dan komponen-komponen utamanya, Kalian dapat memastikan bahwa perangkat Kalian selalu terlindungi.

Jenis Surge Protector Yang Biasa ditemui di Pasaran

Masih dalam pembahasan Pengertian Surge Protector, berikutnya adalah Jenis Surge Protector Yang Biasa ditemui di Pasaran, pahami dengan baik :

1. Surge Protector Strips

Surge protector strips atau biasa disebut juga dengan power strips adalah salah satu jenis pelindung lonjakan listrik yang paling umum ditemui.

Bentuknya serupa dengan stop kontak dan dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai peralatan listrik ke sumber listrik. Dengan demikian, perangkat ini membantu melindungi peralatan elektronik dari lonjakan listrik yang mungkin terjadi.

Beberapa model juga dilengkapi dengan port USB, sehingga memungkinkan kita untuk mengisi daya perangkat seperti ponsel tanpa perlu menggunakan adaptor charger bawaan.

Selain itu, power strips juga biasanya dilengkapi dengan saklar untuk memutuskan aliran listrik, yang bisa membantu mengurangi konsumsi daya saat perangkat tidak digunakan.

2. Surge Protector LAN

Surge protector LAN adalah perangkat yang dirancang untuk melindungi kabel LAN dari potensi kerusakan yang disebabkan oleh induksi sambaran petir.

Kabel LAN seringkali diletakkan di luar rumah atau gedung, sehingga menjadi sangat rentan terhadap petir. Perangkat ini bekerja dengan cara membatasi lonjakan tegangan yang mungkin melalui kabel dan menjauhkannya dari perangkat elektronik yang terhubung.

Dengan demikian, perangkat elektronik seperti komputer atau router yang terhubung ke kabel LAN dapat terlindungi dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat sambaran petir. Surge protector LAN sangat penting, terutama di daerah yang sering mengalami badai petir.

Aplikasi dan Penggunaan Surge Protector

Surge protector atau pelindung lonjakan listrik memainkan peran penting dalam menjaga peralatan listrik dan elektronik agar tidak rusak akibat tegangan transien atau lonjakan tegangan. Berikut adalah aplikasi dan penggunaan surge protector secara umum:

1. Melindungi Peralatan Listrik dan Elektronik

Peralatan listrik dan elektronik seperti televisi, kulkas, AC, kipas angin, dan lainnya sangat rentan terhadap lonjakan tegangan.

Lonjakan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti cuaca buruk, perubahan mendadak dalam beban listrik, atau masalah dengan infrastruktur listrik.

Jika peralatan listrik terkena lonjakan tegangan, bisa jadi ia akan rusak atau bahkan terbakar. Surge protector dapat mencegah kerusakan tersebut dengan cepat memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan tegangan, sehingga melindungi peralatan Anda.

2. Melindungi Kabel LAN

Salah satu aplikasi lain dari surge protector adalah melindungi kabel LAN dari induksi sambaran petir. Petir dapat menciptakan lonjakan tegangan yang sangat tinggi dan instan di kabel LAN, yang dapat merusak perangkat yang terhubung ke kabel tersebut, seperti komputer, router, atau server.

Dengan menggunakan surge protector LAN, lonjakan tegangan tersebut bisa dihantarkan ke tanah dan menjauh dari perangkat elektronik yang terhubung, sehingga melindungi perangkat tersebut dari kerusakan.

Penutup

Dalam merangkum pembahasan dari empatpilar.com, penting untuk kembali mengingat bahwa surge protector atau pelindung lonjakan listrik merupakan perangkat penting dalam menjaga peralatan elektronik kita dari kerusakan akibat lonjakan listrik yang tak terduga.

Baca Juga :  Apa Saja Syarat Pasang Listrik Bisnis? Simak Selengkapnya

Dengan berbagai jenis dan fitur yang tersedia, kita harus memilih surge protector dengan bijaksana sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan kita.

Walaupun pelindung lonjakan listrik tidak mampu melindungi peralatan kita dari semua jenis kerusakan listrik, namun perangkat ini dapat meminimalisir risiko dan meredam dampak yang mungkin terjadi.

Oleh karena itu, memahami pengertian surge protector dan bagaimana cara kerjanya menjadi penting untuk setiap individu dalam era digital ini.

Semoga artikel mengenai Pengertian Surge Protector ini, mampu memberikan pengetahuan baru dan menambah pemahaman kita tentang pentingnya pelindung lonjakan listrik.

Mari kita prioritaskan keselamatan peralatan elektronik kita dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat dengan menggunakan surge protector.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *